slide

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Study Lapang Penyuluh, Gapoktan dan Sekolah

Di P4S Persada Nusantara Lumajang juga menerima peserta untuk magang, Pelatihan, Study Lapang dan Kursus bagi Umum

Peserta Diklat Calon Magang Jepang

ini merupakan salah satu kegiatan yang ada di P4S Persada Nusantara Lumajang yang berupa pemberian Diklat bagi peserta yang akan magang di Jepang by P4S Persada Nusantara Lumajang

Budidaya Kambing

Kegiatan usaha pengembangan kambing baik PE dan Kaligesing.di P4S Persada Nusantara Lumajang

Budidaya Tanaman Hortikultura

Budidaya Tanaman Hortikultura dan Budidaya Tanaman Pangan juga diusahakan di P4S Persada Nusantara Lumajang

Jumat, 14 September 2012

Budidaya Padi Intani-1 Sistem Jajar Legowo 2:1


INTANI-1 dengan Sistem Tanam Legowo 2 : 1

Padi merupakan tanaman pangan utama penduduk Indonesia yang sebagian besar ditanam di lahan sawah. Kendala produktivitas lahan sawah diantaranya akibat serangan hama, penyakit dan gulma. Perkembangan pengganggu tanaman ini sering diakibatkan oleh cara tanam yang sebenarnya masih bisa diperbaiki.
Berbagai cara tanam khususnya untuk padi jenis hibrida Intani-1 dapat diterapkan oleh para petani. Salah satu diantaranya yang dapat memberikan hasil lebih optimal adalah sistem tanam legowo. Legowo adalah cara tanam padi sawah yang memiliki beberapa barisan tanaman kemudian diselingi oleh 1 baris kosong dimana jarak tanam pada barisan pinggir ½ kali jarak tanaman pada baris tengah.

Dengan cara ini, petani melakukan rekayasa teknik tanam dengan mengatur jarak tanam antar rumpun dan antar barisan sehingga terjadi pemadatan rumpun padi dalam barisan dan melebar jarak antar barisan sehingga seolah-olah rumpun padi berada dibarisan pinggir dari pertanaman yang memperoleh manfaat sebagai tanaman pinggir (border effect). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumpun padi yang berada di barisan pinggir hasilnya 1,5 - 2 kali lipat lebih tinggi dibanding produksi rumpun padi yang berada di bagian dalam.

Pada dasarnya ada beberapa jenis ukuran jarak tanam legowo yang dikenal dan pernah dilaksanakan oleh petani. Mulai Legowo 2:1, legowo 3:1, legowo 4:1 sampai legowo 6:1. Diantara semua jenis ukuran jarak tanam legowo tersebut, Legowo 2:1 lah yang merupakan jarak tanam paling praktis dan populer dilaksanakan petani. Hal ini dikarenakan proses tandur (tanam bibit padi) lebih mudah dibandingkan ukuran legowo yang lain, 3 dan 4 maupun 6.
Tujuan
Maksud penerapan jarak tanam legowo 2:1 pada intani-1 diantaranya untuk memperoleh pengaruh tanaman pinggiran, agar pertumbuhan tanaman padi dapat berkembang dengan optimal. Sekaligus dapat meningkatkan jumlah populasi tanaman padi sebesar lebih kurang 30% dibandingkan dengan ukuran tegel biasa.

Jarak Tanam
Jarak tanam Legowo 2 yang dianjurkan adalah dengan ukuran 50 cm x 25 cm x 12,5 cm. Setiap dua lajur tanaman padi diambil jarak tanam 25 cm dan diberikan satu lajur yang kosong tanpa tanaman. Hal ini untuk memberikan efek atau pengaruh pinggiran yang diharapkan. Sedangkan untuk setiap baris tanaman (jarak antar tanaman) diberikan jarak 12,5 cm (rapat).
Agar pengaruh dari border effect ini dapat dirasakan oleh tanaman, maka pembuatan lajur tanaman sebaiknya melintang Utara ke Selatan. Hal ini untuk memberikan kesempatan pada tanaman untuk mendapatkan pencahayaan sinar mata matahari yang maksimal. Sementara barisan tanaman membujur dari Barat ke Timur.
Keuntungan
Apabila dibandingkan dengan jarak tanam tegel (persegi) dengan ukuran 25 cm x 25 cm, maka jarak tanam legowo 2:1 mampu memberikan tambahan populasi dalam 1 meter persegi sebanyak 5 rumpun. Artinya pada jarak tanam tegel 25 cm x 25 cm, populasi tanaman hanya sebanyak 16 rumpun, sedangkan pada legowo 2:1, mencapai 21 rumpun. Sehingga mampu meningkatkan populasi tanaman padi kira kira 30%. Dalam hitungan per hektar, jumlah populasi tanaman dengan jarak tanam tegel mencapai + 160.000 rumpun, sedangkan dengan legowo 2 mencapai + 210.000 rumpun.
Beberapa keuntungan lain dari pelaksanaan tanam jajar legowo 2:1 adalah :
Semua barisan rumpun tanaman yang berada pada bagian pinggir biasanya memberi hasil lebih tinggi (efek tanaman pinggir); Pengendalian hama penyakit, dan gulma lebih mudah; Menyediakan ruang kosong untuk pengaturan air, saluran pengumpul keong mas, atau untuk mina padi; Penggunaan pupuk lebih berdaya guna. 

Budidaya Padi Unggulan Varietas Ciherang


“Budidaya Padi Unggulan” Varietas Ciherang

Sumber Gambar: http://4.bp.blogspot.com
Indonesia merupakan negara agraris dimana sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani, sehingga sektor pertanian memegang peranan penting sebagai penyedia pangan nasional. Upaya peningkatan produksi dan mutu tanaman padi sawah tersebut dapat melalui cara dan dikerjakan atau budidaya dengan baik dan benar. Kebutuhan pangan dalam negeri semakin meningkat seiring dengan jumlah penduduk yang terus bertambah. Kondisi perekonomian negara yang terpuruk dan dilanda krisis ekonomi yang berkepanjangan merupakan cobaan berat yang harus dihadapi oleh bangsa Indonesia. Salah satu penyebab terpuruknya perekonomian negara adalah ketergantungan bangsa Indonesia terhadap bangsa lain dalam memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri. Oleh karena itu, sektor pertanian harus dapat meningkatkan produksinya sehingga mampu memenuhi kebutuhan pangan dari produksi dalam negeri. Salah satu program Kementrian Pertanian yaitu peningkatan produksi beras 2 juta ton tahun 2007 dan peningkatan produksi 5 persen per tahun sampai tahun 2009 yang perlu terus ditingkatkan dalam rangka pemantapan ketersediaan beras yang bersumber dari produksi dalam negeri.
Swasembada beras lestari adalah salah satu perwujudan dari kemandirian pangan dan ketahanan pangan nasional yang merupakan salah satu tujuan dari gerakan Revitalisasi Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (RPPK). Ketahanan pangan nasional adalah merupakan kunci dari ketahanan nasional.
Upaya peningkatan produksi tanaman padi sawah tersebut dapat melalui cara dan dikerjakan atau budidaya dengan baik dan benar, agar supaya dapat meningkatkan produksi dan mutu tanaman padi sawah. Dengan demikian, tanaman padi dapat tubuh dan berkembang dengan baik serta memperoleh hasil yang tinggi. Berkaitan dengan hal tersebut, tehnik budidaya padi yang baik dan benar menjadi hal yang perlu diperhatikan yaitu mulai dari :
1. Memilih varitas padi unggul
Diusahakan kita memilih bibit padi yang bersertifikat atau sudah resmi dari pemerintah. Setelah bibit padi didapat lebih baik direndam selama satu sampai lima baru air rendaman diganti satu hari sekali. Contoh padi yang bersertifikat : padi ciherang
2. Persemaian
Dalam membuat persemaian harus dipilih lokasi yang aman dari serangan tikus dan mudah dikontrol setiap hari. Luas persemaian adalah 4 (empat) persen dari luas areal yang akan ditanami. Tanaman padi yang akan di buat persemaian kira-kira berumur 23 sampai 26 hari dan sudah bisa ditanam di lahan sawah.
3. Pengolahan Tanah
Pengolahan tanah harus sempurna, sebelum di bajak terlebih dahulu digenangi air, sesudah di genangi air lalu dibajak dengan menggunakan mesin pembajak sawah atau bisa juga dengan sapi/kerbau.
4. Tanaman Padi
Jarak tanaman diatur garis lurus dengan jarak 20 kali 20 Cm, dan tiap lubang ditanami 2 sampai 3 saja.
5. Pemupukan
Dalam budi daya padi diperlukan bermacam - macam pupuk, yaitu pupuk : (1) Organik berfungsi untuk memperbaiki fisik kesuburan tanah; (2) Urea/ pupuk N (niteogen) berfungsi untuk merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruan dan kususnya batang, cabang, dan daun serta membantu menghijaukan daun dengan sempurna dan dapat membantu fotosintesis; (3) SP36 berfungsi untuk pertumbuhan akar kususnya tanaman muda dan dapat membantu asimilasi dan pernafasan serta mempercepat pembungaan dan memasakan buah; (4) Organik Cair atau POC digunakan untuk menambah unsur - unsur mikro dan sesuai dengan tanaman padi; (5) KCL atau Kalium yang berfungsi untuk memperkuat tanaman agar daun,bunga,dan buah tidak mudah gugur, juga menjadikan tanaman lebih tahan terhadap kekeringan dan pemasakan buah.
6. Jumlah pupuk dan waktu pemupukan.
Dalam melakukan pemupukan diperlukan cara-cara mengatur komposisi pupuk yang benar, yaitu: (1) pemupukan pertama, pupuk Urea 100kg/hektar, SP36 100kg/hektar, waktunya diberikan 1 hari sebelum tanam; (2) pemupukan ke 2 Urea 100kg/hektar, waktunya 15 hari sesudah tanam, dengan cara di semprotkan; (3) pemupuken ke 3 Urea 100kg/hektar, waktunya padi berusia 45 tahun setelah tanam, dengan cara di semprotkan ke tanaman.
7. Pemberian Air
Pemberian air tanaman harus umur 0 sampai 10 hari dan minimal padi setinggi 5cm (genangan air), umur 10 sampai 35 hari air setinggi 10 cm, umur 40 sampai 100 hari air setinggi 10 cm dan tanaman padi pada umur 110 hari air dibuang atau di keringkan.
8. Pengendalian Hama dan Penyakit
Hama yang perlu di waspadai adalah tikus,wereng, sundep, dan harus diadakan pengendalian atau pemberantasan. Apabila ada serangan sebaiknya di semprot dengan insektisida dan kalau tidak ada tidak perlu.
9. Panen
Panen di lakukan pada saat tanaman padi sudah umur 130 hari atau sudah 90% menguning, cara memanen dengan alat sabit kemudian alas untuk memotong batang padi dan kemudian di tumpuk. Setelah di tumpuk padi dirontokan dengan alat perontok yang namanya doser. Sesudah dirontokan baru dibawa pulang dan di jemur dibawah terik matahari kalau sudah menguning dikemas dalam karung dan terus dijual di pengepul. 

Minggu, 02 September 2012

Video P4S Persada Nusantara Lumajang


Selasa, 31 Juli 2012

PROFIL PENGURUS











Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More