slide

Jumat, 14 September 2012

Penyulaman, Pengolahan Tanah ringan, dan Penyiangan Pada Padi Organik


Penyulaman, Pengolahan Tanah ringan, dan Penyiangan Pada Padi Organik

Sumber Gambar: http://www.google.co.id
PENYULAMAN
Meskipun bibit berasal dari benih terseleksi dan ditanam dengan cara benar, tetapi tetap saja ada beberapa di antaranya kemungkinan tidak tumbuh. Oleh karena itu, bibit yang tidak tumbuh, rusak, dan mati harus segera diganti dengan bibit baru (disulam). Penyulaman sebaiknya dilakukan maksimal dua minggu setelah tanam. Bila lebih lama, masaknya padi akan tidak serentak.

PENGOLAHAN TANAH RINGAN
Sekitar 20 hari setelah tanam, biasanya petani melakukan pengolahan tanah ringan. Alat untuk pengolahan tanah ringan disebut sorok, yaitu semacam garpu kayu bergigi paku yang sudah ditumpulkan selebar kira-kira 15 cm dan bertangkai. Ujung sorok diarahkan ke tanah di sekitar tanaman dan ujung lainnya dipegang petani. Dengan gerakan maju mundur sambil sedikit ditekan, tanah di sela tanaman akan menjadi gembur oleh ujung sorok.

Tujuan pengolahan tanah ringan adalah agar terjadi pertukaran udara, yaitu oksigen masuk ke dalam tanah dan gas-gas yang terbentuk dalam keadaan anaerobik di dalam tanah dapat menguap. Gas-gas anaerobik tersebut dapat menjadi racun bagi tanaman. Oleh karena itu, air harus dikeluarkan dari lahan saat pengolahan tanah ringan agar pertukaran gas dalam tanah sebagai tujuan olah tanah ringan ini dapat tercapai. Ini disebabkan air yang menggenangi lahan dapat menghalangi proses pertukaran gas.

Pengolahan tanah ringan biasanya dilakukan sekitar seminggu sebelum penyiangan pertama. Antara pengolahan tanah ringan dan penyiangan pertama harus diberi jarak waktu sekitar seminggu. ini disebabkan biasanya sesudah pengolahan tanah ringan tanaman menjadi sedikit stres karena beberapa akarnya terputus oleh gerakan

PENYIANGAN
Lahan yang diolah sempurna memang tampak sudah bersih dari berbagai macam benih tanaman pengganggu atau gulma. Namun, kenyataannya masih saja tumbuh tanaman liar atau tanaman pengganggu seiring dengan tumbuhnya tanaman padi. Tanaman liar tersebut bersaing dengan tanaman padi datam memperoleh zat hara dari dalam tanah. Oleh karena itu, penyiangan sangat diperiukan agar tanaman padi dapat tumbuh sempurna sehingga produktivitasnya menjadi tinggi.

Cara penyiangan
Dalam pertanian konvensional, gulma biasanya diatasi dengan penggunaan herbisida kimia. Herbisida ini disemprotkan sebelum tanam sehingga saat tanaman padi tumbuh, lahan sawahnya sudah terbebas dari berbagai jenis tanaman pengganggu. Namun, karena pertanian organik meniadakan penggunaan herbisida sintetis atau kimia maka penyiangan merupakan satu-satunya cara mengatasi gulma.

Penyiangan dilakukan dengan cara pencabutan gulma. Gulma yang sudah dicabut dapat dibuang ke luar area! sawah atau dipendam dalam lumpur sawah sedalam-dalamnya. Dalam satu musim tanam, dilakukan tiga kali penyiangan. Penyiangan pertama dilakukan saat tanaman berumur sekitar empat minggu, kedua umur 35 hari, dan ketiga umur 55 hari. Pada penyiangan kedua dan ketiga, pengolahan tanah ringan tidak perlu dilakukan lagi.

(Sumber : Budidaya Padi Secara Organik/ Drs. Agus Andoko) 

0 komentar:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More